Minggu, 11 Mei 2014

THE LAST GUEST




Oleh : H.Hanif Hanani Tamjiz putu soeta

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu berada didalam benteng yang tinggi lagi kokoh… (An-Nisa’ : 78)
Semua mahluk yang pernah hidup pasti akan mengalami mati, sebab mati adalah wajib bagi setiap yang bernyawa, kita berjalan jauh menyusuri lorong waktu dan ,melewati umur kita pada hakekatnya kita sedang menuju satu titik yaitu kematian, kadang maut itu datang saat kita tidak menyangka-nyangka, dan kedatangan “Tamu terakhir” yang bernama Izroil, itu tidak lagi dapat kita tolak, dan kematian itu  datangnya seketika, tidak dapat dimundurkan dan tak bisa pula dapat  dimajukan , sudahkah kita siapkan perbekalan kita menuju keabadian, dimana tidak ada yang dapat menolong kita kecuali amal sholih yang kita usahakan ketika kita hidup didunia.
Banyak orang yang menyesal ketika kematian datang, ada yang berkata bahwa kalau saja sekiranya Tuhan memberikan toleransi dan kesempatan diberikan  kehidupan kembali maka ia akan berinfaq dan berama sholih, ada pula yang menangis penuh penyesalan sembari mengatakan , kalau sekiranya kesudahannya seperti ini , mungkin lebih baik dulu ia dijadikan sebongkah batu saja, ada pula yang mengatakan, Tuhan , bukankah dulu aku didunia dapat melihat dengan kedua mataku, tetapi kenapa sekarang aku menjadi buta. Namun bukan itu yang penting , karena Tuhan telah menciptakan kita sebagai manusia , dan manusia dikarunia akal, agama dan hidayah  , maka semestinya anugerah yang telah diberikan Allah kepada kita , kita kelola sehingga memperoleh manfaat  sebaik-baiknya.
Sejatinya Tuhan telah memberikan khabar bagi kita tentang tanda-tanda kematian kita, adakalanya melalui perantaan sakit, dan tanda tanda disekitar kita , banyak teman-teman kita yang sebaya dengan kita telah mati, bahkan ada pula yang lebih muda dari kita juga telah mendahului kita ,ada pula melalui sinyal-sinyal pada tubuh dan badan kita, misalnya mulai tumbuhnya uban dirambut kita, mulai tanggalnya gigi-gigi kita satu per satu , atau mulai dikurangi kenikmatan-kenikmatan kita yang berupa pendengaran , penglihatan , hanya saja kadang kita lalai bahwa hampir datang saatnya perjanjian kita dengan Yang Maha Menghidupi  telah datang, yaitu kita harus kembali kepada Dzat yang menggenggam nyawa kita.
Mati , bagi seorang Muslim adalah ibarat  melepas pakaian yang lusuh yang telah kita pakai untuk kita ganti dengan pakaian yang bersih, mati juga berarti melepaskan kepenatan kita dari kehidupan dunia yang menghimpit, bukankah sebaiknya bagi seorang Muslim itu, hidup di dunia bagaikan orang asing, dan dunia hakekatnya adalah penjara bagi seorang muslim, dan kematian bagi seorang muslim yang baik adalah sebagai “mustarikh” yaitu istirahat yang abadi dari kepayahan dan godaan nafsu duniawi. Bukan kematian yang digolongkan  “Mustarokha Minhu” , yaitu semua orang disekeliling dan dilingkungannya bergembira karena bisa beristirahat dari gangguan orang yang mati tersebut. Batapa bahagianya apabila kita mati, orang-orang melepas kita dengan derai air mata, dan kedukaan yang mendalam, sementara kita tersenyum karena kita telah dipanggil oleh Sang Kholiq “ Hai jiwa yang tenang kembalilah kepada Robmu dengan ridho , berkumpulah dengan hamba-Ku dan masuklah kedalam Surga-Ku”.
Kadangkala kita takut mati, ada apa? , mungkin karena sadar bahwa ketika kita hidup didunia tidak banyak manfaat yang kita berikan kepada orang lain, hidup yang hanya sebentar ini, hanyalah dihabiskan untuk memuaskan nafsu duniawi semata , atau kita tidak siap mempertanggungjawabkan perbuatan kita , bukankan semua kesalahan pasti diminta pertanggungjawabannya , ibaratnya anak-anak yang berbuat kesalahan kecil saja, ia takut pulang    kerumah,takut bertemu dengan orang tuanya, karena pasti  ditanyakan kepadanya kenapa berbuat salah , padahal itu hanya kesalahan kecil semata, bagaimana dengan kita , dengan kesalahan yang besar , apakah kita bisa  menjawab pertanyaan yang diajukan kepada kita , oleh Sang penanya yang tidak akan pernah lupa dengan catatan amal-amal kita.
Rosulullah Saw pernah bertanya kepada para sahabatnya, tahukah engkau orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab , orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai harta dan dirham, Rosul berkata, bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang meninggal dengan membawa amalan baik ketika didunia, tetapi ia juga membawa dosa-dosa yang banyak, berupa kedholiman dan penganiayaan  kepada orang lain, lalu ketika amalnya ditimbang, ia mempunyai banyak amal , tetapi ketika itu pula banyak orang yang menagih , memohon pengadilan atas kejahatannya ketika didunia, maka pahala yang diusahakan didunia itu diambil untuk mengganti kejahatannya sehingga amal yang banyak itu menjadi habis tak tersisa , namun masih banyak lagi tuntutan yang lain  kepadanya, karena amalnya telah habis maka dosa orang yang telah disakiti, didholimi dan di aniaya didunia diberikan kepadanya, maka orang itu menjadi banyak dosanya , itulah orang yang bangkrut (muflis)  .
Ingat mati dengan hati, jika hati kita selalu dzikir maka kita tidak punya keinginan untuk berbuat yang tidak-tidak , kita akan selalu berbuat hal-hal yang positif , kita akan selalu merasakan bahwa kematian kita sudah dekat , lalu kita hanya berkonsentrasi bagaimana kita mempersiapkan kehidupan kita setelah mati.Mari kita bangun dari tidur panjang yang melelahkan , tidak ada musuh yang paling berat untuk diusir daripada kebodohan dan kelalaian dan hati yang keras, tidak ada musibah yang paling berat seperti musibah matinya hati .
Saudaraku, ingatlah suatu saat engkau akan didatangi tamu terakhir (The Last guest), mungkin ia hanya akan terdiam, ia datang atas perintah Robmu , maka karena engkau tidak kuasa untuk menolak kedatangannya , sambutlah ia dengan wajah yang berseri-seri, jangan takut , dan jangan lupa katakan pada tamumu itu “ Laa ila ha Illalloh” Tiada Tuhan Yang Berhak disembah Kecuali Allah, Insya Allah engkau Akan Selamat, Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
                                                                                                    
Salamkanci, 10 Mei 2014. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar